UNTUK SIAPA AMAL SHALIH YANG DIKERJAKAN ANAK-ANAK ?
Pertanyaan:
Apakah amal shalih anak yang belum baligh seperti shalat, haji dan bacaan Al-Qur’an, seluruh pahalanya milik kedua orang tuanya atau untuk pribadinya ?
Jawaban :
Baca Juga
- Guru Wanita Pertama Dalam Islam di Zaman Rasulullah SAW
- Anak Perempuan Jangan Dipaksa Atas Pernikahan Yang Tidak Ia Suka
- Untuk Siapa Amal Shalih Yang Dikerjakan Anak-Anak ? Dan Apakah Anak Kecil Bisa Memberi Syafaat ?
- Berbuat Baik Karena Ingin Balasan Allah Di Dunia (Makna Ikhlas)
- Pernikahan: Berlebih-Lebihan Dalam Meminta Mahar
- Haramnya Isbal (Menurunkan atau Memanjangkan Pakaian Hingga Dibawah Mata Kaki)
- Kedudukan Wanita Dalam Berdakwah Mengajak Ke Jalan Allah
Amal shalih anak
yang belum baligh, pahalanya akan menjadi miliknya pribadi bukan milik kedua
orang tuanya atau orang lain. Tapi orang tuanya mendapat pahala atas usaha
mereka dalam mengajari, membimbing dan mendorong anak untuk beramal shalih. Hal
ini merujuk kepada hadits dalam Shahih Muslim dari Ibu Abbas, bahwa ada seorang
wanita mengangkat putranya kepada Nabi pada haji Wada’ seraya berlata : “Wahai
Rasulullah, apakah anak ini akan mendapatkan pahala hajinya ?” Rasulullah
menjawab : “Betul, dan engkau juga memperoleh pahala”.
Nabi mengatakan bahwa haji tersebut milik sang anak, dan ibunya juga meraih pahala karena menyertainya. Demikianlah, selain orang tua juga bisa meraup pahala dari amal baiknya yang dilakukan seperti mencerdaskan (ta’lim) anak yatim, kerabat, para pembantu dan lain-lain. Ini bertumpu pada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Artinya : Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melaksanakannya” [Hadits riwayat Muslim dalam Shahihnya]
Sikaf ini juga merupakan manifestasi dari tolong menolong dalam kebajikan dan ketakwaan. Allah akan memberikan pahala atas amalan tersebut.
______________________________________________________________________________
APAKAH ANAK KECIL BISA MEMBERI SYAFAAT BAGI ORANG TUA DAN KAKEK-NENEKNYA
Pertanyaan:
Apakah anak kecil yang meninggal pada umur 1 tahun bisa memberi syafa’at bagi kedua orang tua dan kakek-neneknya ?
Jawaban:
Segala puji bagi Allah, salam sejahtera semoga tetap dilimpahkan Allah kepada RasulNya, juga keluarga dan para sahabatnya.
Allah akan memperkenankan syafa’atnya kepada kedua orang tuanya. Mengenai syafa’atnya terhadap kakek-neneknya, hanya Allah saja Mahatau.
Semoga Allah melimpahkan taufikNya, shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
Saudaramu
Indra Y
[Dari kitab Fatawa Ath-thiflul Muslim, edisi Indonesia 150 Fatwa Seputar Anak Muslim, Penyusun Yahya bin Sa’id Alu Syalwan, Penerjemah Ashim, Penerbit Griya Ilmu] Almanhaj offline
Nabi mengatakan bahwa haji tersebut milik sang anak, dan ibunya juga meraih pahala karena menyertainya. Demikianlah, selain orang tua juga bisa meraup pahala dari amal baiknya yang dilakukan seperti mencerdaskan (ta’lim) anak yatim, kerabat, para pembantu dan lain-lain. Ini bertumpu pada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Artinya : Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melaksanakannya” [Hadits riwayat Muslim dalam Shahihnya]
Sikaf ini juga merupakan manifestasi dari tolong menolong dalam kebajikan dan ketakwaan. Allah akan memberikan pahala atas amalan tersebut.
______________________________________________________________________________
APAKAH ANAK KECIL BISA MEMBERI SYAFAAT BAGI ORANG TUA DAN KAKEK-NENEKNYA
Pertanyaan:
Apakah anak kecil yang meninggal pada umur 1 tahun bisa memberi syafa’at bagi kedua orang tua dan kakek-neneknya ?
Jawaban:
Segala puji bagi Allah, salam sejahtera semoga tetap dilimpahkan Allah kepada RasulNya, juga keluarga dan para sahabatnya.
Allah akan memperkenankan syafa’atnya kepada kedua orang tuanya. Mengenai syafa’atnya terhadap kakek-neneknya, hanya Allah saja Mahatau.
Semoga Allah melimpahkan taufikNya, shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
Saudaramu
Indra Y
[Dari kitab Fatawa Ath-thiflul Muslim, edisi Indonesia 150 Fatwa Seputar Anak Muslim, Penyusun Yahya bin Sa’id Alu Syalwan, Penerjemah Ashim, Penerbit Griya Ilmu] Almanhaj offline